Bertaubatlah Selagi Muda

wahai orang yang menunda - nunda taubat sampai tua! wahai orang yang menyia - nyiakan masa muda dengan kelalaian! wahai orang yang terusir dengan dosa - dosanya dari pintu tuhan! berapa janji tuhan yang telah ia memenuhi denganmu? tidaklah demikian perbuatan orang - orang yang mengaku cinta! berapa banyak kemaksiatan yang telah engkau jalani? dan juga berapa banyak tabir yang telah engkau singkap? masa - masa baik sejauh umurmu telah lalu dalam dosa - dosa. apakah rasanya engkau hendak berulang kepada kebenaran?

begitu menggambarkan kelalaian apabila engkau baru bertaubat sehabis engkau dimakan umur. seandainya engkau sudah taat di masa mudamu, tentu perhitungan amal (hisab) hendak jadi ringan bagimu. apabila uban di rambutmu telah berikan peringatan kepadamu buat lekas berangkat ke arah jalan - nya, tetapi engkau belum pula mempersiapkan bekal, hingga dengan apa engkau berikan jawaban nanti? sementara itu allah ta’ala telah berfirman, “dan (alangkah hebatnya) jikalau kalian memandang kala mereka (orang - orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat) ; hingga mereka tidak mampu membebaskan diri dan juga mereka ditangkap dari tempat yang dekat (buat dibawa ke neraka). ” (saba’: 51)

diriwayatkan dari hasan (AL) bashri ra, kalau dia membaca firman allah ta’ala, “dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjalin pada) hari yang waktu itu kalian seluruh dikembalika kepada allah. setelah itu tiap - tiap diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, lagi mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). ” ( (AL) baqarah: 281)

hasan (AL) bashri kemudian mengatakan, “ini merupakan nasehat allah kepada kalangan muslimin. itu karna bidadari yang bermata tajam mengatakan kepada wali allah yang lagi bersandar di tepi sungai madu (di surga) , dan juga bidadari itu membagikan gelas minuman kepadanya. keduanya amat bergembira dan juga merasakan nikmat. dan juga si bidadari itu bertanya kepada pacar allah itu, ‘apakah engkau ketahui wahai pacar allah, kapan tuhanku mengawinkanku denganmu? ’

orang itu menanggapi, ‘tidak ketahui! ’

hingga bidadari itu mengatakan, ‘dia memandang kepadamu pada sesuatu hari yang terang di tempat yang jauh jarak pandang kedua tepinya. kala itu engkau kehausan diterpa teriknya matahari siang. ia setelah itu membanggakanmu di hadapan malaikat, dan juga berfirman, “lihatlah hamba - ku itu wahai para malaikat - ku! dia telah meninggalkan kemauan nafsunya, kelezatannya, istrinya, santapan dan juga minumannya karna keinginannya dengan apa yang terdapat pada - ku. saya persaksikan kepada kamu kalau saya telah mengampuninya. ” dia setelah itu mengampunimu pada dikala itu dan juga menikahkanku denganmu. ’”

begitu bahagianya kalangan yang mendapatkan kelembutan dan juga kesenangan kepada - nya. hingga mereka mendekatkan diri kepada - nya dengan hati yang tenang. allah berikan mereka kerasa nikmat dalam bermunajat dengan - nya. mereka tenggelam dalam cinta kepada - nya. hatinya jadi tentram dengan mencintai - nya.

ibrahim bin adham ra sesuatu hari berposisi di suatu bukit di kota mekkah. dia kemudian mengatakan kepada sahabat - sahabatnya, “sekiranya seseorang wali alla ta’ala mengatakan kepada bukit ini, ‘hancurlah! ’, hingga dia hendak sirna. bukit itu setelah itu bergerak. kemudian ibrahim menghentakkan kakinya dan juga berkata, ‘diamlah! saya cuma membuat kamu bagaikan contoh untuk sahabat - sahabatku. ’”

dan juga diriwayatkan pula kalau dia sempat menaiki suatu perahu menyeberang lautan. setelah itu tiba badai berhembus kencang. ibrahim malah meletakkan kepalanya dan juga tidur. para teman - temannya mengatakan, “tidakkah engkau memandang bahaya yang kami hadapi? ”

tetapi ibrahim dengan santai menanggapi, “inikah yang kamu bilang bahaya? ”

mereka mengatakan lagi, “ya! ”

“tidak! ” jawab ibrahim. “sesungguhnya yang diucap bahaya itu merupakan apabila kita bergantung pada pertolongan manusia. ” setelah itu dia berdoa, “ya tuhanku! engkau telah memperlihatkan kekuasaan - mu kepada kami, hingga perlihatkan kepada kami maafmu. ” hingga sekonyong - konyong lautan itu berbeda tenang.

diriwayatkan pula tentang ibrahim bin adhan ini, kalau sesuatu hari dikala lagi berposisi di sesuatu jalur berbarengan sahabat - sahabatnya, mereka dihadang oleh seekor singa. para teman - temannya mengatakan kepadanya, “hai ibrahim, lihatlah terdapat singa di depan kita! ”

dia mengatakan, “tunjukkan kepadaku, mana ia? ”

hingga kala ibrahim memandang singa itu, dia mengatakan, “hai fauna buas! bila kalian diperintahkan melaksanakan suatu kepada kami, hingga lakukanlah perintah itu. namun bahwa tidak, hingga menyingkirlah! ” setelah itu singa itu mengibas - ngibaskan ekornya, kemudian menghindar hingga menghilang dari pemikiran mata ibrahim dan juga para teman - temannya, membikin mereka seluruh heran pada ibrahim. mudah - mudahan allah meridhai ibrahim bin adhan. [syahida. com]

sumber : kitab ibnu jauzi





(sumber: syahida. com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.