Cara Mudah Menghafal Al Quran 30 Juz dengan Rumus 20x20

Acapkali kita mendengar berita ataupun terlebih lagi menyaksikan tv yang menampilkan keahlian kanak - kanak menghafal ayat - ayat  (AL) quran. terlebih lagi, di antara mereka umurnya masih amat kecil, ialah 3 – 8 tahun. sementara itu antara lain terdapat yang masih belum dapat melafalkan huruf - huruf hijaiyah dengan benar karna benar umurnya masih amat kecil. tetapi, begitu luar biasa, walaupun belum dapat secara sempurna melafalkan huruf - huruf hijaiyah, tetapi kanak - kanak ini sanggup mengingat dan juga menghafalkan ayat - ayat (AL) quran dengan baik.

kadangkala terbersit dalam benak kita, gimana dapat kanak - kanak ini mampu mengingat dan juga menghafal surat - surat (AL) quran yang panjang sementara itu usia mereka masih amat kecil? gimana tata cara ataupun trik yang digunakan guru ataupun orang tua mereka buat mengarahkan menghafal (AL) quran pada kanak - kanak ini sampai - sampai mereka sanggup mengingat dan juga menghafalkan ayat demi ayat ? sementara itu sering - kali buat kita yang berumur berusia aja amat susah dalam melaksanakan hafalan ayat - ayat (AL) quran.

ilustrasi para hafidz yang lagi belajar menghafal (AL) quran

allahu akbar, nyatanya cerita anak umur 6 tahun hafal al - qur’an itu bukan cuma terdapat di era imam syafi’i. istimewa sekali bukan? seorang nyatanya dapat mendapatkan kekokohan, kemapanan, dan juga kemudahan dari allah ta’ala dalam hafalan, paling utama hafalan al - qur’an. terlebih di umur muda belia. lebih - lebih lagi bahwa masih kecil imut, polos, dan juga masih suci dari dosa.
bagi pengalaman menghafal salah seseorang hafidz, dari kerutinan si hafidz menghafal qur’an, mengalami sebagian trik berikut yang dapat kita terapkan dengan gampang. insyaa allah.

semisal kita menghafalkan suatu surah dalam al - qur’an yang terdiri atas 6 ayat, untuk aja surah tersebut jadi 2 penggalan, tiap - tiap 3 ayat.

3 ayat kesatu diulang - ulang 20x, 3 ayat kedua diulang - ulang 20x. bila sudah tuntas, kemudian 6 ayat tersebut digabung dan juga diulang sebanyak 20x. teruskan begitu buat surah - surah yang berikutnya. ini sketsanya supaya lebih gampang dimengerti.

rumus 20x20 buat menghafal (AL) quran supaya lebih mudah
lalu gimana trik menaikkan hafalan pada hari selanjutnya?
bila kamu mau menaikkan hafalan baru pada hari selanjutnya, hingga saat sebelum menaikkan dengan hafalan baru, hingga kamu wajib membaca hafalan lama dari ayat kesatu sampai terakhir sebanyak 20 kali pula. perihal ini biar hafalan tersebut kuat dan juga kokoh dalam ingatan kamu, setelah itu kamu mengawali hafalan baru dengan trik yang sama serupa yang kamu jalani kala menghafal ayat - ayat sebelumnya.

kemudian gimana trik mengulang al - qur’an (30 juz) sehabis menuntaskan muraja’ah di atas?
mulailah mengulang al - qur’an secara totalitas dengan trik tiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam satu hari. dengan demikian, kamu hendak dapat mengkhatamkan al - qur’an tiap 2 minggu sekali. dengan trik ini hingga dalam jangka satu tahun insyaa allah kamu telah mutqin (kuat) dalam menghafal al - qur’an, dan juga lakukanlah trik ini sepanjang satu tahun.

apa yang dicoba sehabis menghafal al - qur’an sepanjang satu tahun?
sehabis memahami hafalan dan juga mengulangnya dengan itqan (mantap) sepanjang satu tahun, jadikanlah al - qur’an bagaikan wirid setiap hari kita sampai akhir hayat, karna seperti itu yang dicoba oleh nabi shalallahu ‘alaihi wasallam semasa hidupnya. dia membagi al - qur’an jadi 7 penggalan dan juga tiap harinya dia mengulang tiap penggalan tersebut, sampai - sampai dia mengkhatamkan al - qur’an tiap 7 hari sekali.

aus bin huzaifah rahimahullah mengatakan, “aku bertanya kepada para teman rasulullah bagiamana trik mereka membagi al - qur’an buat diperuntukan wirid setiap hari? mereka menjawa, “kami kelompokan jadi 3 tulisan, 5 tulisan, 7 tulisan, 9 tulisan, 11 tulisan, dan juga wirid mufashal dari tulisan qaaf sampai khatam (al - qur’an). ” (hr. ahmad).

jadi mereka membagi wiridnya bagaikan berikut:

hari kesatu: membaca tulisan “al - fatihah” sampai akhir tulisan “an - nisa”,

hari kedua: dari tulisan “al - maidah” sampai akhir tulisan “at - taubah”,

hari ketiga: dari tulisan “yunus” sampai akhir tulisan “an - nahl”,

hari keempat: dari tulisan “al - isra” sampai akhir tulisan “al - furqon”,

hari kelima: dari tulisan “asy syu’ara” sampai akhir tulisan “yasin”,

hari keenam: dari tulisan “ash - saffatt” sampai akhir tulisan “al - hujurat”,

hari ketujuh: dari tulisan “qaaff” sampai akhir tulisan “an - naas”.

para ulama menyingkat wirid nabi dengan al - qur’an jadi kata, ” fami bisyauqin ( فم ي ب شوق ) “, dari tiap - tiap huruf tersebut jadi simbol dari tulisan yang diperuntukan wirid nabi pada tiap harinya, hingga:

huruf “fa” simbol dari tulisan “al - fatihah”, bagaikan dini wirid dia hari kesatu,

huruf “mim” simbol dari tulisan “al - maidah”, bagaikan dini wirid dia hari kedua,

huruf “ya” simbol dari tulisan “yunus”, bagaikan wirid dia hari ketiga,

huruf “ba” simbol dari tulisan “bani israil (nama lain dari tulisan (AL) isra) ”, bagaikan wirid dia hari keempat,

huruf “syin” simbol dari tulisan “asy syu’ara”, bagaikan dini wirid dia hari kelima,

huruf “wau” simbol dari tulisan “wa shaffat”, bagaikan dini wirid dia hari keenam,

huruf “qaaf” simbol dari tulisan “qaaf”, bagaikan dini wirid dia hari ketujuh sampai akhir tulisan “an - naas”.

gimana trik membedakan antara teks yang mutasyabih (mirip) dalam al - qur’an?
trik tersadu buat membedakan antara teks yang kira - kira sama (mutasyabih) merupakan dengan trik membuka mushaf, kemudian bandingkan antara kedua ayat tersebut dan juga cermatilah perbandingan antara keduanya. setelah itu, buatlah ciri yang dapat buat membedakan antara keduanya, dan juga kala kita melaksanakan muraja’ah hafalan perhatikan perbandingan tersebut. ulangilah secara selalu sampai - sampai kita dapat mengingatnya dengan baik dan juga hafalan kita jadi kokoh (mutqin).

mudah - mudahan trik ini efisien dan juga mampu menolong buat memudahkan kita dalam menghafal 30 juz (AL) quran. mudah - mudahan berguna dan juga jadi amalan kita di dunia dan juga bekal di akhirat nanti.




(sumber: arrahmah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.