Allahuakbar Sungguh Ajaib, Sajadah Basah 212 Masih Wangi Hingga Sekarang

Satu minggu sudah aksi damai 212 yang berlangsung di monumen nasional (monas) jakarta, jumat (2/12/2016). hendak namun masih terdapat yang membekas di hati para partisipan yang lebih aman diucap mujahid.

yang membekas di hati itu pula yang dirasakan oleh dedi said. masyarakat batam itu masih memiliki kenangan indah dengan sajadah. berikut kisahnya.
- - -

awal mulanya aku gak bernazar buat mengambil sajadah ini, tetapi karna sajadah yang aku membawa sajadah kecil dan juga tikar pula belum diselenggarakan dikala sholat subuh, hingga aku ambil sajadah ini karna ukurannya lebih besar dari sajadah yang aku membawa.

begitu dibuka sajadah sudah tercium aroma wangi khas minyak non alkohol dengan aroma bunga melati (dahulu sempat gunakan, meski saat ini tidak gunakan parfum itu lagi).

anehnya, meski sholat di lapangan dan juga aku seorang diri belum mandi karna jam 3 sudah wajib stand by di dekat monas, kala sujud serasa sholat di masjid yang ber - ac dan
beraroma wangi.

pendek cerita sajadah ini aku simpan hingga dekat jam 9 aku gelar lagi di shaf yang aku tempati dekat 100 m dari posisi panggung utama.

serupa dikenal kala sholat jumat hujan terus menjadi deras hingga sajadah ini juga sudah amat basah. tetapi anehnya, kala sujud aroma wangi melati masih kokoh tercium di hidung aku.
hingga kesimpulannya kala tuntas aksi 212 aku membawa sajadah ini balik ke hotel. untuk aku sajadah ini penuh sejarah dan juga cerita.

karna tiket balik aku hari minggu sore hingga sajadah dan juga baju - baju kotor aku campur dalam plastik. kalo ingin dicuci cemas gak kering. bayangkan, dari hari jumat hingga hari minggu sajadah ditaruh dalam keadaan basah dan juga bercampur dengan baju lain.

karna pesawat delay dekat 4 jam, hingga di rumah aku sudah tengah malam dan juga sajadah ini baru senin pagi dicuci. berarti 3 hari 3 malam sajadah tersimpan dalam keadaan basah.
yang mengejutkan aku malam ini (selasa, 7 desember 2016) aku ambil sarung buat sholat maghrib, mendadak tercium aroma melati yang melekat di sarung aku (sementara itu kami tidak terdapat yang gunakan parfum aroma melati di rumah). sehabis say cek nyatanya sarung aku ditaruh di atas sajadah yang aku ambil kala sholat subuh di monas hari jumat 212 yang kemudian.

inilah sekelumit cerita tentang sajadah wangi yang aku miliki dari posisi aksi 212 di monas. [paramuda/bersamadakwah]





(sumber: https:// hikmahmuslimahmu. blogspot. com/2016/12/allahuakbar-sungguh-ajaib-sajadah-basah. html)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.