Muhammadiyah : Umat Islam Jangan Pakai Atribut Agama Lain

Merambah pertengahan bulan desember, banyak sekali ornamen dan juga atribut natal mulai dipasang di mal - mal maupun di toko - toko. menjawab perihal itu, sekjen pimpinan pusat muhammadiyah, dokter. abdul mu’ti berkata islam telah mengarahkan secara tegas menimpa prinsip toleransi.

“dalam islam, toleransi bukan berarti mencampuradukan ajaran agama tercantum pemakaian atribut ataupun simbol agama lain”, jelas pak mu’ti.
abdul mu’ti melarang umat islam buat berpakaian menyamai dan juga memakai simbol - simbol ajaran agama lain. “terkait dengan konsumsi simbol - simbol natal, pegawai muslim hendaknya tidak butuh memakainya, ” tegasnya dikala luncurkan di republika jumat (9/12).

tetapi pegawai muslim di suatu industri wajib senantiasa berbicara dengan pimpinan industri tersebut terpaut komitmen agamanya. ini menggambarkan perihal berarti buat menjauhi konflik.

“komunikasi dengan pimpinan kantor berarti supaya tidak terjalin ketegangan dan juga perkiraan pemaksaan oleh penganut agama tertentu, ” jelas ia.

sedangkan itu, mui dikala ini lagi mangulas menimpa fatwa pemakaian atribut natal. fatwa tersebut rencananya hendak tuntas dalam waktu sepekan ke depan.

sebelumnya mui pada waktu kepemimpinan buya hamka telah keluarkan fatwa menimpa haram umat muslim yang turut dan dalam kegiatan natal. fatwa tersebut dikeluarkan pada 7 maret 1981.




(sumber: http:// www. beritaislam24h. net/2016/12/muhammadiyah-umat-islam-jangan-pakai.html)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.