Semua Bos Redaksi TV Bersekongkol Tidak Live Persidangan Ahoak, Kecuali TVOne Memang Beda, Tanya Kenapa?

Para pimpinan redaksi stasiun tv swasta menyepakati tidak hendak menyiarkan secara langsung ataupun live jadwal sidang permasalahan penistaan agama dengan terdakwa giubernur non - aktif basuki tjahaja purnama (ahoak).

konvensi para petinggi redaksi pemberitaan tv tersebut di informasikan dalam suatu dialog ‘etika, live report sidang ahoak’ yang diselenggarakan di dewan pers jalan. kebonsiri, gambir, jakarta pusat, jumat (9/12). ada juga para petinggi redaksi pemberitaan stasiun tv yang muncul ialah metro televisi, kompas televisi, inews televisi/mnc tim, sctv, cnn indonesia, cuma petinggi dari televisi one yang tidak muncul dalam pertemuan tersebut.

yang nampak amat getol menginisiasi ini merupakan kepala newsroom metro televisi andi setia gunawan. entah trauma ataupun malah berupaya melawan opini pemboikotan sepanjang ini pada metrotv dari umat islam.

" kami sepakat dalam sidang ahoak tidak ditayangkan langsung. kami perlu
menyepakati berbarengan buat tidak live di sidang ahoak, " kata kepala newsroom metro televisi andi setia gunawan dalam dialog tersebut, serupa dikutip suara. com.

andi memohon pengelola tv yang tidak mendatangi forum hari ini ikut menunjang komitmen berbarengan demi bangsa.

" kita wajib menyepakati berbarengan, jangan hingga terdapat dusta di antara kita. jangan hingga nanti pada dikala persidangan ahoak terdapat televisi yang menyiarkan langsung, " ucap ia serupa menyindir tvone.

tentu aja perihal ini serupa persengkokolan awak media buat mampu mengaburkan data yang diterima tetapi tidak memberitakan apa terdapatnya. bukankah buat permasalahan jessica aja ditayangkan live tv?

terlebih permasalahan penistaan agama oleh ahoak ini jadi atensi luas paling utama umat islam bukan aja di tanah air tetapi dunia.

dan juga ini sama aja mereka melanggar kode etik jurnalistik yang melaporkan wartawan/pers indonesia berlagak independen, menciptakan berita yang akurat, berimbang, dan juga tidak beritikad kurang baik.

dengan menyiarkan langsung sesungguhnya itu penggalan dari mereka pula melakukan kode etik jurnalistik yang berbunyi “wartawan indonesia senantiasa menguji data, memberitakan secara berimbang, tidak mengombinasikan dalil dan juga opini yang menghakimi, dan mempraktikkan asas praduga tidak bersalah”.

tetapi sayang itu seluruh kesimpulannya mereka abaikan. begitu ini jadi preseden kurang baik untuk independensi media.





(sumber: http:// www. beritaislam24h. net/2016/12/kecuali-tvone-memang-beda-semua-bos.html)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.