Warga Allepo: Saya Tak Percaya Lagi PBB, Mereka Sepertinya Puas Kami Terbunuh

Di tengah keputusasaan, masyarakat aleppo menyebar perkataan selamat tinggal melalui media sosial. kelambanan global dalam menolong masyarakat di suriah, membikin penderitaan mereka yang terjepit di tengah konflik terus menjadi menyedihkan, demikian dewe memberitakan rabu 14 desember.

inilah suasana hari - hari terakhir di aleppo, suriah kala pasukan pemerintah yang setia pada presiden suriah basyar  (AL) assad sukses mengusir pejuang oposisi keluar dari wilayah itu.

di tempat penampungan dasar tanah dan juga rumah duka, para dokter meminta dorongan. sedangkan, kediaman masyarakat dibom tanpa henti, paling utama di distrik - distrik yang tersisa di dasar kendali oposisi di aleppo. masyarakat juga mulai mem - posting perkataan selamat tinggal melalui media sosial dan juga dalam pesan - pesan yang tersebar luas. mereka seakan mau mempunyai kata akhir dalam perang tanpa ampun ini.

" tidak terdapat tempat saat ini buat berangkat, ini merupakan hari - hari terakhir, " kata abdulkafi alhamdo, seseorang guru bahasa inggris yang mengkritik kekejaman pemerintah presiden bashar assad.

alhamdo berbagi pesan dan juga menggambarkan suasana melalui media sosial video streaming periscope. dia menggambarkan gimana pasukan pemerintah terus menjadi mendekat. " di mari hujan, bunyi bom sedikit lebih tenang. pasukan pemerintah basyar assad bisa jadi 300 m jaraknya. tidak dapat kemana - mana. ini merupakan hari - hari terakhir. aku berharap kami dapat berdialog lagi dengan kamu di periscope. aku pikir kami telah berbagi banyak momen tentang aleppo. ”

dengan menahan kepedihan, dia melanjutkan: " aku tidak ketahui wajib bicara apa lagi… aku harap kamu dapat melaksanakan suatu buat rakyat aleppo. buat gadis aku, buat kanak - kanak yang lain pula, " katanya dalam video penuh kerasa emosional.

seseorang laki - laki berjalan di antara reruntuhan gedung - gedung di wilayah (AL) qaterji, aleppo yang sirna luluh akibat gempuran hawa dikala rusak pertempuran antara pasukan pemerintah melawan kalangan pemberontak..

" aku tidak yakin lagi pbb, ataupun warga internasional. kayaknya mereka puas kami terbunuh, ” lanjutnya. kami mengalami suasana amat susah, pembantaian amat seram dalam sejarah baru - baru ini. rusia tidak mau kami keluar dari mari hidup - hidup, mereka mau kami mati. setali 3 duit dengan kemauan assad. ”

kedudukan medsos
pemikiran dunia atas konflik yang merebak di suriah tidak lepas dari media sosial: youtube, twitter, periscope, facebook dan juga yang lain. perihal ini membikin konflik di suriah jadi salah satu perang yang amat didokumentasikan di dunia lewat video dan juga kabar pemula. sumber - sumber yang tersebar di media sosial berfungsi besar untuk aktivis ham dalam mencatat seluruh perihal tentang perang ini secara rinci dan juga jadi amunisi buat melobi buat reaksi dunia.

dalam videonya, abdulkafi alhamdo melanjutkan kata - katanya dengan terbata - bata: " kemarin - kemarin, terdapat banyak perayaan di penggalan lain aleppo, mereka memperingati jenazah kami. oke, inilah hidup.. tetapi paling tidak kami ketahui kalau kami merupakan orang - orang leluasa. kami mau kebebasan, tidak terdapat yang lain, cuma kebebasan. tetapi ini bukan kebebasan. tidak yakin kalau kau bukan lagi orang leluasa di negaramu seorang diri. dunia ini tidak mau kebebasan. ini bukan kebebasan. "

ribuan masyarakat di aleppo yang sebelumnya dipahami pemberontak telah kian terpojok kala pasukan pemerintah suriah, yang didukung oleh rusia menolak seruan gencatan senjata. kelompok hak asasi membikin " permohonan menekan " supaya seluruh pihak yang ikut serta konflik melindungi penduduk sipil.

tetapi di suatu pojok di aleppo, dimana pasukan pemerintah kian mendekati cuma dalam jarak 300 m, di tengah hujan yang turun, nampaknya abdulkafi alhamdo telah putus asa atas apa yang diucap ‚kelambanan global‘ dalam berperan menanggulangi suasana di suriah, yang sudah di luar batasan kemanusiaan. abdulkafi alhamdo menutup kata - katanya kepada kita seluruh: " aku harap kamu mengingat kami. terima kasih. "

terlebih lagi serupa dikisahkan aljazeera, banyak wanita muslimah aleppo, memohon kepada bapaknya buat menembak ataupun membunuhnya saat sebelum pribadinya jadi tawanan dan juga diperkosa oleh tentara rejim suriah, milisi iran dan juga hebollah lebanon.





(sumber: http:// www. suara- islam. com/read/index/20819/Warga-Aleppo---Saya-tak-Percaya-Lagi-PBB--Mereka-Puas-Kami-Terbunuh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.